Beritabogor24jam.com – Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Ciketug yang berlokasi di Desa Pangkal Jaya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, mengalami ambruk pada Senin, 22 Desember 2025, sekitar pukul 18.30 WIB.
Ambruknya bangunan sekolah itu sontak mengejutkan warga sekitar, mengingat lokasi sekolah berdekatan dengan kawasan permukiman.
Beruntung, tidak ada aktivitas siswa maupun tenaga pendidik di lokasi saat kejadian berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ambruknya bangunan SDN 1 Ciketug diduga disebabkan oleh konstruksi baja ringan yang tidak mampu menahan beban berat genteng.
Struktur atap bangunan runtuh dan mengakibatkan kerusakan serius pada bagian ruang-ruang utama sekolah.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak empat ruangan terdampak. Rinciannya, tiga ruang kelas dan satu ruang guru mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga tidak dapat digunakan untuk sementara waktu.
Dinas Pendidikan Turunkan Tim Sapras ke Lokasi
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor langsung mengambil langkah cepat dengan menurunkan tim sarana dan prasarana (sapras) ke lokasi kejadian.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, membenarkan pihaknya telah mengerahkan tim untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal di sekolah yang terdampak.
“Team Sapras masih di lapangan,” ujar Rusliandy saat dikonfirmasi, Selasa, 23 Desember 2025.
Empat Ruangan Alami Kerusakan Parah
Rusliandy menegaskan, total bangunan yang mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut berjumlah empat ruangan.
Ia merinci bahwa, ruangan yang terdampak terdiri dari tiga ruang kelas dan satu ruang guru.
“Semuanya 4. 1 ruang kelas, 3 ruang guru. Eh, 1 ruang guru, 3 ruang kelas,” katanya.
Kerusakan tersebut membuat aktivitas belajar mengajar tidak memungkinkan untuk dilakukan di ruangan yang terdampak hingga proses perbaikan rampung.
Puing Bangunan Diminta Segera Dirapikan
Selain melakukan pendataan kerusakan, Dinas Pendidikan juga meminta agar puing-puing bangunan segera dirapikan.
Langkah ini dilakukan untuk menghindari potensi bahaya bagi warga sekitar maupun lingkungan sekolah.
“Tadi kita minta puing-puing, genteng, besi, supaya dirapikan di luar. Kita bantu itu segera dan menjadi prioritas untuk memperbaiki ruang kelas itu,” jelasnya.
Penanganan awal difokuskan pada pembersihan material bangunan yang runtuh agar lokasi tetap aman dan tidak menimbulkan risiko lanjutan.
Terkait perbaikan bangunan, Rusliandy menyatakan, pihaknya akan mengupayakan proses perbaikan dilakukan secepat mungkin.
Namun demikian, seluruh tahapan tetap harus mengikuti mekanisme anggaran yang berlaku.
“Ya, pokoknya sesegera mungkin kita coba. Mekanisme sesuai mekanisme anggaran,” ucap Rusliandy.
Dalam peristiwa tersebut, Dinas Pendidikan juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kejadian berlangsung pada malam hari ketika sekolah sudah libur, sehingga tidak ada siswa maupun guru yang berada di dalam bangunan.
“Sebetulnya sampingnya ini sih permukiman, tapi alhamdulillah nggak ada korban,” pungkas dia.










