Beritabogor24jam.com – Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor mengajak masyarakat untuk memaknai musim hujan.

Di tengah perubahan iklim dan meningkatnya kerentanan lingkungan, kesadaran kolektif terhadap air menjadi kunci keberlanjutan layanan air bersih.

Dalam konteks tersebut, edukasi pelanggan menjadi salah satu strategi utama Tirta Kahuripan.

Edukasi ini tidak hanya bertujuan menjaga kelancaran pengaliran air kepada pelanggan, tetapi juga membangun budaya sadar air (water consciousness) yang berkelanjutan di tengah tantangan cuaca ekstrem dan tekanan lingkungan.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad, menegaskan literasi kesadaran air di masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga ketahanan sistem penyediaan air bersih di Kabupaten Bogor.

“Di tengah cuaca ekstrem, kualitas air baku sangat ditentukan oleh perilaku kolektif kita. Air adalah cermin dari lingkungan kita. Ketika ekosistem sungai tidak dijaga, kualitas air baku ikut menurun. Sebaliknya, ketika masyarakat bijak menggunakan air, beban sistem pengolahan dan pendistribusian air bersih pun berkurang,” ujar Abdul Somad.

Ia menambahkan, edukasi pelanggan Tirta Kahuripan bukan sekadar anjuran teknis, melainkan bagian dari gerakan kesadaran bersama antara perusahaan daerah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan air bersih.

Salah satu pesan utama edukasi Tirta Kahuripan adalah pentingnya menampung air dengan prinsip higienitas dan ketahanan air.

Menurut Tirta Kahuripan, menampung air bukan hanya tindakan praktis, tetapi juga bagian dari kesiapsiagaan rumah tangga menghadapi ketidakpastian musim hujan.

Pada saat hujan lebat, sungai kerap membawa sedimentasi tinggi yang dapat menghambat proses produksi air bersih di instalasi pengolahan air.

Penghematan Air sebagai Etika Publik

Di musim penghujan, ironi kerap terjadi. Air tampak melimpah di permukaan, namun kualitas air baku justru mengalami penurunan akibat longsor, lumpur, dan sedimentasi tinggi.

Kondisi tersebut juga menegaskan bahwa, ketersediaan air bersih tidak selalu sejalan dengan curah hujan.

Oleh karena itu, Tirta Kahuripan menempatkan penghematan air sebagai bentuk keadaban kolektif.

Penggunaan air secara bijak dipandang sebagai etika publik yang mencerminkan kedewasaan masyarakat dalam mengelola sumber daya air yang semakin terbatas.

Lebih lanjut, Tirta Kahuripan mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kebocoran pipa.

Jaringan pipa distribusi air bersih merupakan aset publik yang menopang kehidupan ratusan ribu rumah tangga di Kabupaten Bogor.

“Kebocoran sekecil apa pun berarti kehilangan bersama,” tegasnya.

Menurut dia, partisipasi masyarakat dalam melaporkan kebocoran menjadi kunci penting dalam menekan tingkat kehilangan air atau non-revenue water, sekaligus mencegah kerugian yang berdampak luas bagi layanan publik.

Memahami Kekeruhan Air di Musim Hujan

Pada musim hujan, air mengikuti hukum alam. Curah hujan tinggi dapat meningkatkan kekeruhan sungai, longsor membawa material padat, dan perubahan tekanan dalam pipa distribusi dapat memicu endapan ikut terbawa aliran.

Karena itu, pelanggan diimbau untuk memahami perbedaan penyebab kekeruhan air.

Kekeruhan akibat dinamika alam biasanya terjadi ketika hujan membawa sedimen ke sungai.

Kondisi ini bersifat sementara, volume air tetap stabil meskipun warna berubah, dan dapat diatasi melalui peningkatan proses koagulasi, filtrasi, serta pembersihan filter di instalasi pengolahan air.

Sementara, kekeruhan akibat teknis jaringan umumnya terjadi setelah perbaikan pipa atau perubahan tekanan.

Endapan di dalam pipa ikut terbawa aliran, namun area terdampak biasanya bersifat lokal dan kondisi akan membaik setelah aliran air dibuang beberapa saat.

Edukasi sebagai Investasi Kesadaran Bersama

“Partisipasi publik dalam melaporkan kebocoran bukan hanya respons terhadap gangguan, tetapi kontribusi nyata dalam menjaga aset bersama. Ini bukan sekadar tindakan teknis, melainkan bentuk tanggung jawab pribadi atas keberlangsungan kualitas air yang digunakan sehari-hari,” jelas Abdul Somad.

Dia berharap, edukasi yang terus dilakukan Tirta Kahuripan dapat menjadi langkah kecil yang membentuk kesadaran besar bahwa air bukan sekadar fasilitas, melainkan bagian dari masa depan yang harus dijaga bersama.

Informasi Layanan Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Sehubungan dengan libur Natal dan Tahun Baru, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan menyampaikan beberapa informasi layanan kepada pelanggan yakni sebagai berikut.

  1. Seluruh loket Kantor Cabang Pelayanan tutup pada 25–26 Desember 2025 dan 1 Januari 2026.
  2. Pelayanan Kantor Cabang tetap beroperasi pada 29–31 Desember 2025 dan kembali beroperasi pada 2 Januari 2026.
  3. Pembayaran tagihan air secara online melalui Aplikasi MyKahuripan dan Channel PPOB ditutup pada 29 Desember 2025 pukul 16.00 WIB.
  4. Layanan pembayaran online dapat digunakan kembali mulai 1 Januari 2026 pukul 08.00 WIB.